picture

picture
all bout my star

Selamat Datang!!

Halo...semua, apa kabarmu hari ini??

Kamis, 03 Desember 2009

Lipid Darah

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Secera klinis, lipid yang penting adalah kolesterol, triasil gliserol (lemak netral), fosfolipid, dan asam lemak (Medicastore 2009).

Kolesterol adalah komponen penting pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan syaraf. Selain itu, kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting, seperti vitamin D, hormon seks, dan asam empedu. Vitamin D diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan tulang yang sehat. Hormon seks seperti estrogen dan progesteron penting dalam reproduksi. Asam empedu untuk fungsi pencernaan. Sumber kolesterol diperoleh dari makanan dan pembentukan di dalam tubuh (500 mg/hari).Tempat sintesis kolesterol di dalam tubuh terjadi di hati (50% total sintesis), dan sisanya di terjadi di usus, kulit, dan semua jaringan yan mempunyai sel berinti. Contoh makanan berkolesterol adalah daging (dari sapi atau unggas), ikan, dan produk susu. Sebaliknya, makanan dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol (Medicastore 2009).

Lemak diangkut oleh suatu protein yang yang larut air agar lemak tersebut dapat diangkut ke dalam peredaran darah. Ikatan antara lemak dengan protein larut air dinamakan lipoprotein. Lipoprotein berfungsi mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya. Beberapa jenis lipoprotein termasuk kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein), IDL (Intermediate Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), dan HDL (High Density Lipoprotein). Pengaturan tubuh terhadap lipoprotein terjadi melalui beberapa cara, yaitu mengurangi pembentukan lipoprotein, mengurangi lipoprotein yang masuk ke dalam darah, dan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah (Medicastore 2009).

Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah disebut hiperkolesterolemia (Grandfa 2007). Kadar kolesterol dan lipoprotein dapat didiagnosis untuk mengetahui apakah terjadi kelainan lipid atau tidak. Diagnosis ini biasanya menghitung kadar kolesterol total, kilomikron, VLDL, LDL, HDL, perbandingan LDL dengan HDL, dan trigliserida. Keadaan yang terkait dengan kelainan lipid adalah hiperlipidemia. hiperlipidemia adalah keadaan yang ditandai dengan peningkatan lipid/lemak darah (Medicastore 2009).

Daftar puskata
Medicastore. 2009. Kelainan lipid. http://www.medicastore.com/nutracare/isi_choless.php?isi_choless=kelainan_lipid. html. [11 Juni 2009].

Rabu, 02 Desember 2009

Nitrogenase

Nitrogenase
Nitrogenase merupakan enzim yang digunakan oleh beberapa organisme untuk mengarahkan keberadaan nitrogen di atmosfir. Nitrogenase membantu memelihara keseimbangan senyawa di udara, mencegah kelebihan nitrogen di udara. Nitrogenase penting di dalam proses pemecahan ikatan rangkap tiga pada senyawa nitrogen. Nitrogen berperan sebagai katalis untuk mengikat 3 atom hidrogen ke nitrogen sehingga menghasilkan senyawa amonia (wisegreek 2009. http://www.wisegeek.com/what-is-nitrogenase.htm).

Nitrogenase merupakan kompleks enzimatik yang dapat memfiksasi nitrogen di udara. Komplkes nitrogenase berada bebas di dalam organisme yang memfiksasi nitrogen dan juga berada di dalam bakteri yang memfiksasi nitrogen yang bersimbiosis. Berikut persamaan reaksi pembentukan amonia dari nitrogen :
N2 + 8 H+ + 8 e- + 16 ATP + 16 H2O 2 NH3 + H2 + 16 ADP + 16 Pi

Amonia dibentuk pada proses ini diinkorporasikan ke dalam asam amino glutamat dan glutamin serta asam nukleat. Kompleks nitrogenase mengandung 2 tipe protein. Protein pertama memiliki berat molekul (BM) 220 kDa. Protein ini dibentuk dari 4 subunit yang mengandung 28 ion Molibdenum sebagai kofaktor. Protein kedua memiliki BM 70 kDa, dibentuk dari 2 subunit yang mengandung 8 atom besi sebagai kofaktor. Kofaktor logam baik Fe maupun Mo meletakkan nitrogen di dalam posisi yang mana mudah untuk dikonversi menjadi amonia. Kedua protein tersebut bersama-sama memfiksasi nitrogen di udara. Kompleks nitrogen ini sangat sensitif terhadap oksigen. Oksigen dapat menginaktivasi aktivitas nitrogenase. Oleh karena itu, pada tumbuhan, untuk mencegah pertemuan molekul oksigen dengan nitrogenase, tumbuhan memproduksi hemoglobin khusus pada tumbuhan yang dinamakan laghemoglobin. Protein ini memiliki afinitas tinggi terhadap oksigen dan mengikat oksigen. Protein ini diinisiasikan di sekitar akar untuk mencegahdari jangkauan nitrogenase.

Nitrogen merupakan komponen esensial di dalam senyawa yang ditemukan pada makhluk hidup, seperti asam amino yang akan membentuk protein, dan asam nukleat yang mentuk DNA. Nitrogen dibutuhkan untuk kehidupan dan pertumbuhan dari semua organisme di alam. Nitrogen ditemukan di alam dalam berbagai macam bentuk, dan menyusun 78 % gas di udara. Di dalam udara, nitrogen memiliki ikatan rangkap tiga, sehingga tumbuhan tidak dapat memecahnya untuk digunakan dan diasimilasi. Reduksi nitrogen dari udara menghasilkan nitrat dan amonia yang dinamakan fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama dilakukan secara langsung oleh reaksi pencahayaan dan reaksi fotokimia. Reaksi tersebut hanya 10 %, dan terjadi secara alami. Kedua, menggunakan proses Haber. Cara ini digunakan dalam industri, namun produksinya sangat mahal karena memerlukna banyak energi. Ketiga. Secara biologi oleh bakteri yang memfiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen oleh bakteri diketahui sekitar 60 % dari total 90 % nitrogen yang difiksasi. Organisme yang memfiksasi nitrogen mengandung enzim khusus yang dapat memutus ikatan rangkap tiga nitrogen. Enzim utama yang berperan dalam fiksasi ini adalah nitrogenase. Enzim ini dikodekan oleh nif gen. Simbiosis antara tanaman dengan bakteri yang memfiksasi nitrogen.

Nif gen merupakan gen yang dienkodekan enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen di udara. Nif gen juga mengenkodekan sejumlah protein regulator yang terlibat dalam fiksasi nitrogen. Nif gen ditemukan pada bakteri bebas pemfiksasi nitrogendan bakteri pemfiksasi nitrogen yang bersimbiosis di dalam berbagai tanaman. Ekspresi nif gen diinduksi sebagai respon dari konsentrasi nitrogen yang difiksasi rendahdan rendahnya konsentrasi oksigen. nif gen yang mengencodekan kompkleks nitrogenase dan berbagai enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen memiliki sekuens konsensus identik dari bakteri pemfiksasi nitrogen satu dengan yang lainnya, namun struktur dari nif gen adalah sama, regulasinya bervariasi antara organisme pemfiksasi nitrogen atau yang dikenal denal diazotrof, bergantung pada hirarki evolusioner organisme. Kompleks nitrogenase dienkodekan sekitar 20 nif gen yang berbeda-beda.

Aktivasi transkripsi nif gen terjadi saat kondisi stress nitrogen. Nif gen pada bakteri ditemukan pada kromosom, namun kebanyakan ditemukan di plasmid bakteri bersama gen-gen lain yang berhubungan dengan fiksasi nirogen. Berikut contoh dan regulasi nif gen di dalam diazotrof yang berbeda-beda. Klebsiella pneumoniae- merupakan bakteri anaerob yang dapat memfiksasi nitrogen. Bakteri ini memiliki 20 nif gen yang berlokasi dalam kromosom bakteri di dalam daerah 24 kb, nifH, nifK, dan nifD mengenkodekan subunit nitrogen, sedangkan nifE, nifN, nifU, nifS, nifV, nifW, nifX, nifB, dan nifQ mengenkodekan protein ynag terlibat di dalam perakitan dan inkorporasi Fe dan Mo ke dalam subunit nitrogenase.

(http://www.tau.ac.il/~ecology/virtau/2-tali/The%20Nitrogenase%20complex.htm)

Thanks for Fatma Hastuti (2009)

mekanisme koagulasi dan fibrinolitik

Mekanisme pembekuan darah
Hemostasis merupakan peristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan trombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan. Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran darah di sebelah distal cedera terganggu. Selanjutnya hemostasis dan trombosis memiliki 3 fase yang sama:
1. Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh trombin yang terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.
2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Tipe trombos :
1. Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relatif kurang mengandung eritrosit (pada tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan aliran yang cepat (arteri)).
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vaskular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.
3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/pembuluh darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik. Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artifisial yang dipertahankan.

Proses yang mengawali pembentukan bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan dilaksanakan oleh lintasan ekstrinsik. Pengaktifan lintasan intrinsik berhubungan dengan suatu permukaan yang bermuatan negatif. Lintasan intrinsik dan ekstrinsik menyatu dalam sebuah lintasan terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin menjadi trombin dan pemecahan fibrinogen yang dikatalis trombin untuk membentuk fibrin. Peristiwa diatas melibatkan beberapa macam jenis protein yang diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b. Kofaktor
c. Fibrinogen
d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin
e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya

Jumat, 12 Juni 2009

ANALISIS SENYAWA LIPID

ANALISIS SENYAWA LIPID

Lipid adalah senyawa organik berminyak atau berlemak yang tidak larut dalam air, dapat diekstrak dari sel dan jaringan oleh pelarut nonpolar, seperti kloroform dan eter. Asam lemak adalah komponen unit pembangun pada hampir semua lipid. Asam lemak adalah asam organik berantai panjang yang mempunyai atom karbon dari 4 sampai 24. Asam lemak memiliki gugus karboksil tunggal dan ekor hidrokarbon nonpolar yang panjang. Hal ini membuat kebanyakan lipid bersifat tidak larut dalam air dan tampak berminyak atau berlemak (Lehninger 1982).

Lipid secara umum dapat dibagi ke dalam dua kelas besar, yaitu lipid sederhana dan lipid kompleks. Yang termasuk lipid sederhana antara lain adalah: 1) trigliserida dari lemak atau minyak seperti ester asam lemak dan gliserol, contohnya adalah lemak babi, minyak jagung, minyak biji kapas, dan butter, 2) lilin yang merupakan ester asam lemak dari rantai panjang alkohol, contohnya adalah beeswax, spermaceti, dan carnauba wax, dan 3) sterol yang didapat dari hidrogenasi parsial atau menyeluruh fenantrena, contohnya adalah kolesterol dan ergosterol (Scy Tech Encyclopedia 2008).

Lipid yang paling sederhana dan paling banyak mengandung asam lemak sebagai unit penyusunnya adalah triasilgliserol, juga sering disebut lemak, lemak netral, atau trigliserida. Jenis lipid ini merupakan contoh lipid yang paling sering dijumpai baik pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Triasilgliserol adalah komponen utama dari lemak penyimpan atau depot lemak pada sel tumbuhan dan hewan, tetapi umumnya tidak dijumpai pada membran. Triasilgliserol adalah molekul hidrofobik nonpolar, karena molekul ini tidak mengandung muatan listrik atau gugus fungsional dengan polaritas tinggi (Lehninger 1982).

Triasilgliserol terakumulasi di dalam beberapa area, seperti jaringan adiposa, dalam tubuh manusia dan biji tanaman, dan triasilgliserol ini mewakili bentuk penyimpanan energi. Lipid yang lebih kompleks berada dekat dan berhubungan dengan protein dalam membran sel dan partikel subselular. Jaringan yang lebih aktif mengandung lipid kompleks yang lebih banyak, contohnya adalah dalam otak, ginjal, paru-paru, dan darah yang mengandung konsentrasi fosfatida dalam jumlah tinggi pada mamalia (Scy Tech Encyclopedia 2008).

Terdapat berbagai macam uji yang berkaitan dengan lipid yang meliputi analisis kualitatif maupun kuantitatif. Uji-uji kualitatif lipid diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Uji Kelarutan Lipid

Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahap berbagai macam pelarut. Dalam uji ini, kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar.

2. Uji Akrolein

HC=O

HC + H2O

H2C

H2C-O-COOR1

HC-O-COOR2

H2C-O-COOR3

Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein. Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol dalam bentuk bebas atau dalam lemak/minyak menghasilkan aldehid akrilat atau akrolein. Menurut Scy Tech Encyclopedia (2008), uji akrolein digunakan untuk menguji keberadaan gliserin atau lemak. Ketika lemak dipanaskan setelah ditambahkan agen pendehidrasi (KHSO4) yang akan menarik air, maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid tidak jenuh atau dikenal sebagai akrolein (CH2=CHCHO) yang memiliki bau seperti lemak terbakar dan ditandai dengan asap putih. Berikut reaksi yang terjadi pada uji akrolein:

panas

KHSO4

Trigliserida Akrolein

3. Uji Ketidakjenuhan Lipid

Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. Iod Hubl ini digunakan sebagai indikator perubahan. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya. Tabung dikocok sampai bahan larut. Setelah itu, tetes demi tetes pereaksi Iod Hubl dimasukkan ke dalam tabung sambil dikocok dan perubahan warna yang terjadi terhadap campuran diamati. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan cara melihat strukturnya. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah ketika iod Hubl diteteskan ke asam lemak, lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. Warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak.

4. Uji Ketengikan

Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. Dalam uji ini, diidentifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Minyak yang akan diuji dicampurkan dengan HCl. Selanjutnya, sebuah kertas saring dicelupkan ke larutan floroglusinol. Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak. Setelah itu, kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. Serbuk CaCO3 dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida (Syamsu 2007).

5. Uji Salkowski untuk kolesterol

Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau (Pramarsh 2008).

6. Uji Lieberman Buchard

Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari percobaan Salkowski). Setelah itu, asam sulfat pekat ditambahkan. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus C3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5-kolestadiena. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif (WikiAnswers 2008). Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua.

Uji Kuantitatif Lipid

Firestone dalam Schmidl dan Labuza (2000) dalam Fachri (2008) menyebutkan bahwa untuk menganalisa kandungan lemak dalam makanan dapat dilakukan dengan cara volumetris, gravimetris, dan kromatografi. Kromatografi yang dapat dipakai seperti kromatografi gas (CG), kromatografi lapisan tipis (TLC), kromatografi ekslusi (SEC), kromatografi cairan (LC) dan kromatografi yang memiliki unjuk kerja baik seperti HP-SEC dan HPLC.

Kromatografi gas digunakan untuk melarutkan dan menghitung lipida seperti triasilgliserol dan turunan-turunan FAME. TLC sangat sesuai untuk memisahkan ester kolestrol, mono, di, triacylglycerols, asam lemak bebas, kolestrol, dan fospolipid. SEC dan HP-SEC digunakan untuk memisahkan produk hidrolitik, oksidasi dan pemanasan lemak. Sedangkan HPLC digunakan untuk memisahkan lipida non-volatil yang memiliki berat molekul tinggi.

Untuk menentukan kadar lemak total dalam makanan, the Nutrition and Labeling Education membutuhkan tahapan sebagai berikut, yaitu (1) hidrolisis dengan asam atau basa; (2) ekstraksi dengan eter ; dan (3) konversi asam lemak ke metil ester asam lemak (FAME) kemudian menghitung kadar FAME dengan kromatografi gas. Artiss dkk (1988) menentukan kandungan lipida dengan menggunakan TLC dan metode enzimatis. Enzim yang digunakan adalah enzim hidrolase, oxidase dan peroxidase dalam precursor chromogen. Metode ini sesuai untuk menentukan fospolipida hewan, jaringan tissue manusia dan fluida (Fachri 2008).

1. Metode Analisis Protein

Metode Kjeldahl

Metode Kjeldahl dalam analisis kimia adalah metode yang digunakan untuk penentuan senyawa nitrogen secara kuantitatif dalam substansi kimia. Metode ini dikembangkan oleh Johan Kjeldahl pada tahun 1883. Saat ini, metode Kjeldahl digunakan untuk menentukan kandungan pasti protein dalam makanan. Metode ini terdiri atas pemanasan substansi dengan asam sulfat, dimana dekomposisi asam organik oleh oksidasi akan membebaskan nitrogen yang tereduksi sebagai amonium sulfat. Pada tahap ini kalium sulfat ditambahkan untuk meningkatkan titik didih dari 169oC menjadi 189oC.Dekomposisi kimia sampel menjadi lengkap ketika medium berubah menjadi bersih dan tidak berwarna (sangat gelap).

Larutan kemudian disuling dengan natrium hidroksida (ditambahkan dalam jumlah yang sedikit) yang mengubah garam amonium menjadi amonia. Jumlah amonia yang muncul (jumlah nitrogen yang muncul dalam sampel) ditentukan dengan cara titrasi balik. Produk akhir kemudian dia bil dan dicampurkan bersama dengan asam borat. Amonia bereaksi dengan asam dan setelah itu dititrasi dengan natrium karbonat dan pH indikator yang digunakan adalah metil jingga. Metode Kjeldahl yang berkembang saat ini sudah terotomatisasi dan menggunakan katalis spesifik seperti merkuri oksida atau tembaga sulfat untuk mempercepat dekomposisi. Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:

Degradasi: Protein + H2SO4 → (NH4)2SO4(aq) + CO2(g) + SO2(g) + H2O(g)

Pembebasan amonia: (NH4)2SO4(aq) + 2NaOH → Na2SO4(aq) + 2H2O(l) +

2NH3(g)

Perolehan amonia: B(OH)3 + H2O + NH3 → NH4+ + B(OH)4

Titrasi Balik: B(OH)3 + H2O + Na2CO3 → NaHCO3(aq) +

NaB(OH)4(aq) + CO2(g) + H2O

Bromokresol

Bromokresol hijau adalah pencelup yang tergolong ke dalam triarilmetana dan sering digunakan sebagai indikator pH dan pewarna bagi jejak DNA pada elektroforesis gel agarose. Bromokresol dapat digunakan dalam bentuk asam bebas (padatan coklat cerah) atau dalam bentuk garam natrium (padatan hijau tua). Dalam larutan, kedua padatan tersebut mengion dan memberikan bentuk monoanionik yang berwarna kuning. Selanjutnya monoanionik dideprotonasi pada pH tinggi untuk memberikan bentuk dianionik (biru) yang ditabilkan oleh resonansi. Bromokresol juga bias digunakan sebagai inhibitor protein transpor prostaglandin E2.

2. Metode Reduksi Karbohidrat

Metode Somogyi-Nelson

Metode Nelson/Somogyi merupakan yang terbaik bila
digunakan untuk uji aktivitas enzim karena memberikan respon pewarnaan
stoikiometri dengan oligosakarida homolog dengan berbagai derajat
polimerisasi sehingga memberikan pengukuran yang benar dari ikatan-ikatan
glikosida yang terpotong yang menunjukkan aktivitas enzimnya

Metode Follin Wu

Metode ini digunakan dalam analisis kuantitatif gula dalam darah. Prinsip pengukuran kadar glukosa darah dengan metode Folin Wu adalah ion kupri akan direduksi oleh gula dalam darah menjadi kupro dan mengendap menjadi Cu2O. Penambahan pereaksi fosfomolibdat akan melarutkan Cu2O dan warna larutan menjadi biru tua, karena ada oksida Mo. Dengan demikian, banyaknya Cu2O yang terbentuk berhubungan linier dengan banyaknya glukosa di dalam darah. Filtrat yang berwarna biru tua yang terbentuk akibat melarutnya Cu2O karena oksida Mo dapat diukur kadar glukosanya dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm.

Fehling

Fehling adalah salah satu metode reduksi yang digunkana untuk mengidentifikasi gula pereduksi. Gula reduksi adalah gula yang dapat mereduksi Fehling menjadi tembaga oksida yang mengendap berwarna merah merah (ion kupri tereduksi menjadi ion kupro). Larutan Fehling A mengandung ionkupri CuSO4, sedangkan Fehling B mengandung campuran alkali (NaOH dan KNaC4H4O6). Gula reduksi dengan alkali (Fehling B) akan bereaksi membentuk enediol, kemudian enediol ini dengan ion kupri (Fehling A) membentuk ion kupro dan campuran asam-asam. Selanjutnya ion kupro dalam suasana basa akan membentuk kupro hidroksidayang dalam keadaan panasa akan mendidih dan mengendap menjadi endapan kupro oksida (Cu2O) yang berwarna merah bata (Kuswurj 2009).

Daftar Pustaka

Fachri AB. 2008. Lemak dan minyak. http://boyarieffacgri.blogspot.com/the_nature_has_talked/Lemak_dan _minyak.htm [14 April 2009].

Kuswurj R. 2009. Penentuan kadar gula reduksi nira tebu.http://www.risvank.com/tag/lane-eynon. Htm [15 April 2009].

Lehninger AL. 1982. Dasar-Dasar Biokimia Jilid I. Maggy Thenawijaya, penerjemah. Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Principles of Biochemistry.

Pramarsh. 2008. Test for cholesterol. [terhubung berkala]. http://www.planetayurveda.com/cholesterol_remedies. html. [1 Desember 2008].

Scy Tech Encyclopedia. 2008. Acrolein test. [terhubung berkala]. http://www.answers.com/topic/acrolein_test. html. [3 Desember 2008].

Scy Tech Encyclopedia. 2008. Lipid. [terhubung berkala]. http://www.answers.com/library/Sci%252DTech%20Encyclopedia-cid-47286. html. [1 Desember 2008].

Syamsu JA. 2007. Penyimpanan pakan ternak: tinjauan proses kimiawi dari mikrobiologi. [terhubung berkala]. http:jasmal.blogspot.com/2007_12_01_archive. html. [2 Desember 2008].

WikiAnswers. 2008. What are the reaction involved in Lieberman Buchard test. [terhubung berkala]. http://wiki.answers.com/Q/What_are_the_reaction involved_in_Lieberman_Buchard_test. html. [3 Desember 2008].

salam perkenalan

Halo, salam kenal semua..
Maklum nih, masih merasa pemula di dunia blogger. Tapi dari dulu ingin banget punya blog. Rencananya mau diisi sama laporan-laporan, novel bersambung, dll..mungkin juga foto-foto seminar yang diikuti, semoga bisa tetep eksis di dunia blogger,
Wassalam