Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Secera klinis, lipid yang penting adalah kolesterol, triasil gliserol (lemak netral), fosfolipid, dan asam lemak (Medicastore 2009).
Kolesterol adalah komponen penting pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan syaraf. Selain itu, kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting, seperti vitamin D, hormon seks, dan asam empedu. Vitamin D diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan tulang yang sehat. Hormon seks seperti estrogen dan progesteron penting dalam reproduksi. Asam empedu untuk fungsi pencernaan. Sumber kolesterol diperoleh dari makanan dan pembentukan di dalam tubuh (500 mg/hari).Tempat sintesis kolesterol di dalam tubuh terjadi di hati (50% total sintesis), dan sisanya di terjadi di usus, kulit, dan semua jaringan yan mempunyai sel berinti. Contoh makanan berkolesterol adalah daging (dari sapi atau unggas), ikan, dan produk susu. Sebaliknya, makanan dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol (Medicastore 2009).
Lemak diangkut oleh suatu protein yang yang larut air agar lemak tersebut dapat diangkut ke dalam peredaran darah. Ikatan antara lemak dengan protein larut air dinamakan lipoprotein. Lipoprotein berfungsi mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya. Beberapa jenis lipoprotein termasuk kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein), IDL (Intermediate Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), dan HDL (High Density Lipoprotein). Pengaturan tubuh terhadap lipoprotein terjadi melalui beberapa cara, yaitu mengurangi pembentukan lipoprotein, mengurangi lipoprotein yang masuk ke dalam darah, dan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah (Medicastore 2009).
Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah disebut hiperkolesterolemia (Grandfa 2007). Kadar kolesterol dan lipoprotein dapat didiagnosis untuk mengetahui apakah terjadi kelainan lipid atau tidak. Diagnosis ini biasanya menghitung kadar kolesterol total, kilomikron, VLDL, LDL, HDL, perbandingan LDL dengan HDL, dan trigliserida. Keadaan yang terkait dengan kelainan lipid adalah hiperlipidemia. hiperlipidemia adalah keadaan yang ditandai dengan peningkatan lipid/lemak darah (Medicastore 2009).
Daftar puskata
Medicastore. 2009. Kelainan lipid. http://www.medicastore.com/nutracare/isi_choless.php?isi_choless=kelainan_lipid. html. [11 Juni 2009].
Kamis, 03 Desember 2009
Rabu, 02 Desember 2009
Nitrogenase
Nitrogenase
Nitrogenase merupakan enzim yang digunakan oleh beberapa organisme untuk mengarahkan keberadaan nitrogen di atmosfir. Nitrogenase membantu memelihara keseimbangan senyawa di udara, mencegah kelebihan nitrogen di udara. Nitrogenase penting di dalam proses pemecahan ikatan rangkap tiga pada senyawa nitrogen. Nitrogen berperan sebagai katalis untuk mengikat 3 atom hidrogen ke nitrogen sehingga menghasilkan senyawa amonia (wisegreek 2009. http://www.wisegeek.com/what-is-nitrogenase.htm).
Nitrogenase merupakan kompleks enzimatik yang dapat memfiksasi nitrogen di udara. Komplkes nitrogenase berada bebas di dalam organisme yang memfiksasi nitrogen dan juga berada di dalam bakteri yang memfiksasi nitrogen yang bersimbiosis. Berikut persamaan reaksi pembentukan amonia dari nitrogen :
N2 + 8 H+ + 8 e- + 16 ATP + 16 H2O 2 NH3 + H2 + 16 ADP + 16 Pi
Amonia dibentuk pada proses ini diinkorporasikan ke dalam asam amino glutamat dan glutamin serta asam nukleat. Kompleks nitrogenase mengandung 2 tipe protein. Protein pertama memiliki berat molekul (BM) 220 kDa. Protein ini dibentuk dari 4 subunit yang mengandung 28 ion Molibdenum sebagai kofaktor. Protein kedua memiliki BM 70 kDa, dibentuk dari 2 subunit yang mengandung 8 atom besi sebagai kofaktor. Kofaktor logam baik Fe maupun Mo meletakkan nitrogen di dalam posisi yang mana mudah untuk dikonversi menjadi amonia. Kedua protein tersebut bersama-sama memfiksasi nitrogen di udara. Kompleks nitrogen ini sangat sensitif terhadap oksigen. Oksigen dapat menginaktivasi aktivitas nitrogenase. Oleh karena itu, pada tumbuhan, untuk mencegah pertemuan molekul oksigen dengan nitrogenase, tumbuhan memproduksi hemoglobin khusus pada tumbuhan yang dinamakan laghemoglobin. Protein ini memiliki afinitas tinggi terhadap oksigen dan mengikat oksigen. Protein ini diinisiasikan di sekitar akar untuk mencegahdari jangkauan nitrogenase.
Nitrogen merupakan komponen esensial di dalam senyawa yang ditemukan pada makhluk hidup, seperti asam amino yang akan membentuk protein, dan asam nukleat yang mentuk DNA. Nitrogen dibutuhkan untuk kehidupan dan pertumbuhan dari semua organisme di alam. Nitrogen ditemukan di alam dalam berbagai macam bentuk, dan menyusun 78 % gas di udara. Di dalam udara, nitrogen memiliki ikatan rangkap tiga, sehingga tumbuhan tidak dapat memecahnya untuk digunakan dan diasimilasi. Reduksi nitrogen dari udara menghasilkan nitrat dan amonia yang dinamakan fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama dilakukan secara langsung oleh reaksi pencahayaan dan reaksi fotokimia. Reaksi tersebut hanya 10 %, dan terjadi secara alami. Kedua, menggunakan proses Haber. Cara ini digunakan dalam industri, namun produksinya sangat mahal karena memerlukna banyak energi. Ketiga. Secara biologi oleh bakteri yang memfiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen oleh bakteri diketahui sekitar 60 % dari total 90 % nitrogen yang difiksasi. Organisme yang memfiksasi nitrogen mengandung enzim khusus yang dapat memutus ikatan rangkap tiga nitrogen. Enzim utama yang berperan dalam fiksasi ini adalah nitrogenase. Enzim ini dikodekan oleh nif gen. Simbiosis antara tanaman dengan bakteri yang memfiksasi nitrogen.
Nif gen merupakan gen yang dienkodekan enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen di udara. Nif gen juga mengenkodekan sejumlah protein regulator yang terlibat dalam fiksasi nitrogen. Nif gen ditemukan pada bakteri bebas pemfiksasi nitrogendan bakteri pemfiksasi nitrogen yang bersimbiosis di dalam berbagai tanaman. Ekspresi nif gen diinduksi sebagai respon dari konsentrasi nitrogen yang difiksasi rendahdan rendahnya konsentrasi oksigen. nif gen yang mengencodekan kompkleks nitrogenase dan berbagai enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen memiliki sekuens konsensus identik dari bakteri pemfiksasi nitrogen satu dengan yang lainnya, namun struktur dari nif gen adalah sama, regulasinya bervariasi antara organisme pemfiksasi nitrogen atau yang dikenal denal diazotrof, bergantung pada hirarki evolusioner organisme. Kompleks nitrogenase dienkodekan sekitar 20 nif gen yang berbeda-beda.
Aktivasi transkripsi nif gen terjadi saat kondisi stress nitrogen. Nif gen pada bakteri ditemukan pada kromosom, namun kebanyakan ditemukan di plasmid bakteri bersama gen-gen lain yang berhubungan dengan fiksasi nirogen. Berikut contoh dan regulasi nif gen di dalam diazotrof yang berbeda-beda. Klebsiella pneumoniae- merupakan bakteri anaerob yang dapat memfiksasi nitrogen. Bakteri ini memiliki 20 nif gen yang berlokasi dalam kromosom bakteri di dalam daerah 24 kb, nifH, nifK, dan nifD mengenkodekan subunit nitrogen, sedangkan nifE, nifN, nifU, nifS, nifV, nifW, nifX, nifB, dan nifQ mengenkodekan protein ynag terlibat di dalam perakitan dan inkorporasi Fe dan Mo ke dalam subunit nitrogenase.
(http://www.tau.ac.il/~ecology/virtau/2-tali/The%20Nitrogenase%20complex.htm)
Thanks for Fatma Hastuti (2009)
Nitrogenase merupakan enzim yang digunakan oleh beberapa organisme untuk mengarahkan keberadaan nitrogen di atmosfir. Nitrogenase membantu memelihara keseimbangan senyawa di udara, mencegah kelebihan nitrogen di udara. Nitrogenase penting di dalam proses pemecahan ikatan rangkap tiga pada senyawa nitrogen. Nitrogen berperan sebagai katalis untuk mengikat 3 atom hidrogen ke nitrogen sehingga menghasilkan senyawa amonia (wisegreek 2009. http://www.wisegeek.com/what-is-nitrogenase.htm).
Nitrogenase merupakan kompleks enzimatik yang dapat memfiksasi nitrogen di udara. Komplkes nitrogenase berada bebas di dalam organisme yang memfiksasi nitrogen dan juga berada di dalam bakteri yang memfiksasi nitrogen yang bersimbiosis. Berikut persamaan reaksi pembentukan amonia dari nitrogen :
N2 + 8 H+ + 8 e- + 16 ATP + 16 H2O 2 NH3 + H2 + 16 ADP + 16 Pi
Amonia dibentuk pada proses ini diinkorporasikan ke dalam asam amino glutamat dan glutamin serta asam nukleat. Kompleks nitrogenase mengandung 2 tipe protein. Protein pertama memiliki berat molekul (BM) 220 kDa. Protein ini dibentuk dari 4 subunit yang mengandung 28 ion Molibdenum sebagai kofaktor. Protein kedua memiliki BM 70 kDa, dibentuk dari 2 subunit yang mengandung 8 atom besi sebagai kofaktor. Kofaktor logam baik Fe maupun Mo meletakkan nitrogen di dalam posisi yang mana mudah untuk dikonversi menjadi amonia. Kedua protein tersebut bersama-sama memfiksasi nitrogen di udara. Kompleks nitrogen ini sangat sensitif terhadap oksigen. Oksigen dapat menginaktivasi aktivitas nitrogenase. Oleh karena itu, pada tumbuhan, untuk mencegah pertemuan molekul oksigen dengan nitrogenase, tumbuhan memproduksi hemoglobin khusus pada tumbuhan yang dinamakan laghemoglobin. Protein ini memiliki afinitas tinggi terhadap oksigen dan mengikat oksigen. Protein ini diinisiasikan di sekitar akar untuk mencegahdari jangkauan nitrogenase.
Nitrogen merupakan komponen esensial di dalam senyawa yang ditemukan pada makhluk hidup, seperti asam amino yang akan membentuk protein, dan asam nukleat yang mentuk DNA. Nitrogen dibutuhkan untuk kehidupan dan pertumbuhan dari semua organisme di alam. Nitrogen ditemukan di alam dalam berbagai macam bentuk, dan menyusun 78 % gas di udara. Di dalam udara, nitrogen memiliki ikatan rangkap tiga, sehingga tumbuhan tidak dapat memecahnya untuk digunakan dan diasimilasi. Reduksi nitrogen dari udara menghasilkan nitrat dan amonia yang dinamakan fiksasi nitrogen.
Fiksasi nitrogen dapat dilakukan dengan 3 cara. Pertama dilakukan secara langsung oleh reaksi pencahayaan dan reaksi fotokimia. Reaksi tersebut hanya 10 %, dan terjadi secara alami. Kedua, menggunakan proses Haber. Cara ini digunakan dalam industri, namun produksinya sangat mahal karena memerlukna banyak energi. Ketiga. Secara biologi oleh bakteri yang memfiksasi nitrogen. Fiksasi nitrogen oleh bakteri diketahui sekitar 60 % dari total 90 % nitrogen yang difiksasi. Organisme yang memfiksasi nitrogen mengandung enzim khusus yang dapat memutus ikatan rangkap tiga nitrogen. Enzim utama yang berperan dalam fiksasi ini adalah nitrogenase. Enzim ini dikodekan oleh nif gen. Simbiosis antara tanaman dengan bakteri yang memfiksasi nitrogen.
Nif gen merupakan gen yang dienkodekan enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen di udara. Nif gen juga mengenkodekan sejumlah protein regulator yang terlibat dalam fiksasi nitrogen. Nif gen ditemukan pada bakteri bebas pemfiksasi nitrogendan bakteri pemfiksasi nitrogen yang bersimbiosis di dalam berbagai tanaman. Ekspresi nif gen diinduksi sebagai respon dari konsentrasi nitrogen yang difiksasi rendahdan rendahnya konsentrasi oksigen. nif gen yang mengencodekan kompkleks nitrogenase dan berbagai enzim yang terlibat dalam fiksasi nitrogen memiliki sekuens konsensus identik dari bakteri pemfiksasi nitrogen satu dengan yang lainnya, namun struktur dari nif gen adalah sama, regulasinya bervariasi antara organisme pemfiksasi nitrogen atau yang dikenal denal diazotrof, bergantung pada hirarki evolusioner organisme. Kompleks nitrogenase dienkodekan sekitar 20 nif gen yang berbeda-beda.
Aktivasi transkripsi nif gen terjadi saat kondisi stress nitrogen. Nif gen pada bakteri ditemukan pada kromosom, namun kebanyakan ditemukan di plasmid bakteri bersama gen-gen lain yang berhubungan dengan fiksasi nirogen. Berikut contoh dan regulasi nif gen di dalam diazotrof yang berbeda-beda. Klebsiella pneumoniae- merupakan bakteri anaerob yang dapat memfiksasi nitrogen. Bakteri ini memiliki 20 nif gen yang berlokasi dalam kromosom bakteri di dalam daerah 24 kb, nifH, nifK, dan nifD mengenkodekan subunit nitrogen, sedangkan nifE, nifN, nifU, nifS, nifV, nifW, nifX, nifB, dan nifQ mengenkodekan protein ynag terlibat di dalam perakitan dan inkorporasi Fe dan Mo ke dalam subunit nitrogenase.
(http://www.tau.ac.il/~ecology/virtau/2-tali/The%20Nitrogenase%20complex.htm)
Thanks for Fatma Hastuti (2009)
mekanisme koagulasi dan fibrinolitik
Mekanisme pembekuan darahHemostasis merupakan peristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan trombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi ) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan. Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran darah di sebelah distal cedera terganggu. Selanjutnya hemostasis dan trombosis memiliki 3 fase yang sama:
1. Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh trombin yang terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.
2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.
3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin
Tipe trombos :
1. Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relatif kurang mengandung eritrosit (pada tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan aliran yang cepat (arteri)).
2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vaskular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.
3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler/pembuluh darah yang amat kecil.
Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik. Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artifisial yang dipertahankan.
Proses yang mengawali pembentukan bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan dilaksanakan oleh lintasan ekstrinsik. Pengaktifan lintasan intrinsik berhubungan dengan suatu permukaan yang bermuatan negatif. Lintasan intrinsik dan ekstrinsik menyatu dalam sebuah lintasan terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin menjadi trombin dan pemecahan fibrinogen yang dikatalis trombin untuk membentuk fibrin. Peristiwa diatas melibatkan beberapa macam jenis protein yang diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi
b. Kofaktor
c. Fibrinogen
d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin
e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya
Langganan:
Postingan (Atom)