picture

picture
all bout my star

Selamat Datang!!

Halo...semua, apa kabarmu hari ini??

Kamis, 03 Desember 2009

Lipid Darah

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh. Secera klinis, lipid yang penting adalah kolesterol, triasil gliserol (lemak netral), fosfolipid, dan asam lemak (Medicastore 2009).

Kolesterol adalah komponen penting pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan syaraf. Selain itu, kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting, seperti vitamin D, hormon seks, dan asam empedu. Vitamin D diperlukan untuk membentuk dan mempertahankan tulang yang sehat. Hormon seks seperti estrogen dan progesteron penting dalam reproduksi. Asam empedu untuk fungsi pencernaan. Sumber kolesterol diperoleh dari makanan dan pembentukan di dalam tubuh (500 mg/hari).Tempat sintesis kolesterol di dalam tubuh terjadi di hati (50% total sintesis), dan sisanya di terjadi di usus, kulit, dan semua jaringan yan mempunyai sel berinti. Contoh makanan berkolesterol adalah daging (dari sapi atau unggas), ikan, dan produk susu. Sebaliknya, makanan dari tumbuhan tidak mengandung kolesterol (Medicastore 2009).

Lemak diangkut oleh suatu protein yang yang larut air agar lemak tersebut dapat diangkut ke dalam peredaran darah. Ikatan antara lemak dengan protein larut air dinamakan lipoprotein. Lipoprotein berfungsi mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya. Beberapa jenis lipoprotein termasuk kilomikron, VLDL (Very Low Density Lipoprotein), IDL (Intermediate Density Lipoprotein), LDL (Low Density Lipoprotein), dan HDL (High Density Lipoprotein). Pengaturan tubuh terhadap lipoprotein terjadi melalui beberapa cara, yaitu mengurangi pembentukan lipoprotein, mengurangi lipoprotein yang masuk ke dalam darah, dan meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah (Medicastore 2009).

Kelebihan kolesterol dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam darah yang dapat menyumbat pembuluh darah. Pada akhirnya, jantung dan otak akan kekurangan pasokan darah yang dapat menimbulkan risiko serangan jantung dan stroke. Kadar kolesterol yang terlalu tinggi dalam darah disebut hiperkolesterolemia (Grandfa 2007). Kadar kolesterol dan lipoprotein dapat didiagnosis untuk mengetahui apakah terjadi kelainan lipid atau tidak. Diagnosis ini biasanya menghitung kadar kolesterol total, kilomikron, VLDL, LDL, HDL, perbandingan LDL dengan HDL, dan trigliserida. Keadaan yang terkait dengan kelainan lipid adalah hiperlipidemia. hiperlipidemia adalah keadaan yang ditandai dengan peningkatan lipid/lemak darah (Medicastore 2009).

Daftar puskata
Medicastore. 2009. Kelainan lipid. http://www.medicastore.com/nutracare/isi_choless.php?isi_choless=kelainan_lipid. html. [11 Juni 2009].

Tidak ada komentar:

Posting Komentar